Laman

Sabtu, 18 Agustus 2012

Makna Hari Raya Idul Fitri

Manusia dilahirkan dalam kejadian asal yang suci dan bersih (Fitrah), sehingga bersifat hanif (secara alami memiliki kecenderungan mencari yang baik dan benar). Implikasi yang seharusnya terjadi, tatkala kita mengarahkan pandangan kepada kebenaran dan kebaikan, seharusnya menjadi hal yang mudah, alami dan natural, karenatidak berlawanan dengan ‘jati diri’ manusia. Perilaku manusia seringkali malah sebaliknya, kecenderungan mengarah pada kejahatan, keburukan dan kepalsuan justru lebih dominan. Tatkala melakukan suatu kejahatan dan kepalsuan (dosa) yang berlawanan dengan ‘jati diri’, maka hati menjadi tidak tentram. Pada saat yang sama kita juga telah memasukkan sumber kesengsaraan batin, terkadang merembet pada kesengsaraan lahir (psikosomatik). Dosa membuat hati dan jiwa menjadi gelap, lalu kehilangan kesanggupan menangkap kebenaran dan kebaikan. Terlalu banyak dosa akan mematikan cahaya hati (hatinurani), lalu berubah menjadi jiwa-jiwa yang gelap. Inilah yang sesungguhnya menjadi pangkal kesengsaraan lahir dan batin. Di bulan ramadhan yang penuh rahmat dan ampunan ini, Tuhan berbaik hati memberikan kesempatan kepada kita untuk mensucikan diri dari dosa-dosa. Tentu dengan asumsi kita menjalankan puasa dengan sepenuh hati dan setulus jiwa (imanan wa ihtisaban). Makna ‘Îd al-Fithr (Idul Fitri) adalah perayaan bersihnya diri kita dari dosa-dosa kepada Allah (berkat taubat di bulan ramadhan), kita melengkapinya dengan saling memaafkan, saat itulah kita kembali kepada Fitrah manusia yang suci. “Ja ‘alanâ Allâhu min al-‘â’idîn wa al-fâizîn wa al-maqbûlîn” SemogaAllah menjadikan kita semua kembali ke Fitrah, menang melawan dosa kita sendiri, diterima amal ibadah kita dan mengucapkan “Mohon maaf lahirdan batin”

Tidak ada komentar: