Laman

Kamis, 14 April 2016

KURANGI MAKAN TEMPE SEKARANG JUGA, BERBAHAYA !


Menurut penelitian terbaru, mengkonsumsi tempe bisa memicu darah tinggi, dibandingkan makan daging kambing.
Tempe yang selama ini dicitrakan sebagai makanan sehat ternyata lebih memicu darah tinggi dibanding daging kambing.

Percobaan oleh calon ahli gizi pada 2 orang kembar (Eko 25th dan Sigit 25th).
Setiap makan malam selama 3 minggu diberikan perlakuan sbb:

Minggu ke 1
Eko diberi makan sop kambing, Sigit diberi tempe goreng.
Reaksi Eko dan Sigit normal.

Minggu ke 2
Eko diberi gulai kambing, Sigit diberi tempe bacem.
Reaksi Eko normal, Sigit melirik-lirik makanan Eko.

Minggu ke 3
Eko diberi sate kambing, Sigit diberi lodeh tempe.
Reaksi Eko normal walau sdh 3 hari makan kambing, tetapi reaksi Sigit sangat emosional.
Dia membanting piring dan merampas sebagian sate kambing Eko sambil berteriak:
"Tempe lagi...!!! Tempe lagi...!!!"

Kesimpulan:
Makan tempe ternyata memicu darah tinggi dan membuat emosi tidak terkendali, sedangkan makan kambing tidak demikian.
(Irwan Winardi (FB) melaporkan)

Selasa, 25 Agustus 2015

Kewafatan Habib Abdul Qadir







Shaf pertama penuh berdesak-desakan.

Habib Abdul Qadir bin Abdurrahman Assegaf mengisyaratkan kepada Habib Najib bin Thoha Assegaf agar maju ke shaf pertama di belakang beliau.

Melihat shaf pertama yang telah penuh berdesak-desakkan itu Habib Najib bin Thoha berkata, "Shaf pertama telah penuh, wahai Habib."

Mendengar jawaban itu Habib Abdul Qadir menjawab dengan penuh kewibawaan, "Wahai anakku, majulah, kau tak mengetahui maksudku!"

Jawaban itu menjadikan Habib Najib bin Thoha spontan maju ke shaf pertama, walaupun harus memaksakan diri mendesak shaf yang telah penuh itu. "Allaahu akbar".

Shalat jumat mulai didirikan. Habib Abdul Qadir membaca surat al-Fatihah, lalu membaca surat setelahnya dalam keadaan menangis.Di rakaat kedua pada sujud terakhir, beliau tak kunjung bangkit dari sujudnya. Suara nafasnya terdengar dari speaker masjid.

Karena sujud itu sudah sangat lama, maka Habib Najib bin Thoha memberanikan diri untuk menggantikan beliau. "Allaahu akbar", Ucapan salam untuk mengakhiri shalat diucapkan. Para jamaah berhamburan lari ke depan ingin mengetahui apa yang terjadi pada habib Abdul Qadir.

Saat itu mereka mendapati Habib Abdul Qadir tetap dalam keadaan sujud tak bergerak. Lalu tubuh yang bersujud itu dibalik oleh para jamaah, dan terlihatlah wajah Habib Abdul Qadir.

Maasya-Allaah, setiap orang yang melihat wajah beliau, menitikkan air mata. Bagaimana tidak menitikkan air mata? Mereka melihat wajah Habib Abdul Qadir tersenyum dengan jelas sekali. Tersenyum bahagia. Habib Abdul Qadir wafat dalam keadaan menikmati amal yang terindah.

Di saat melakukan ibadah yang teragung yaitu shalat. Mendirikan shalat itu dalam kondisi yang terutama, yaitu shalat berjamaah. Melakukan shalat yang bermuatan besar, yaitu shalat jumat. Pada saat melaksanakan rukun shalat yang terutama, yaitu sujud. Dalam posisi yang terpenting, yaitu sebagai imam shalat jumat. Di tempat yang paling utama, yaitu masjid. Di hari yang paling utama, yaitu hari Jum'at.

dari Sayyidil Habib Husin Nabil

Foto: al Habib 'Abdul Qadir bin Ahmad Assegaf (Jeddah, kiri dari layar) dan al Habib 'Abdul Qadir bin 'Abdurrahman Assegaf (Solo, kanan dari layar)

Kamis, 18 April 2013

DOWNLOAD MP3 MAUIDOH HASANAH SAFARI MAULID 40 MALAM MAJLIS MAULID WAT TA'LIM RIYADLUL JANNAH TAHUN 2013

http://­www.riyadluljann­ah.org/

Ke-1 Habib Novel bin Muhammad Alaydrus
Ke-2 KH Abdurrahman Qomari
Ke-3 KH Salim Nur
Ke-4 Habib Ahmad bin Yunus Al Muchdor
Ke-5 KH Abdul Wahid (Gus Wahid)
Ke-6 Habib Abdurrahman bin Abdullah Bilfaqih
Ke-7 Habib Ja'far bin Utsman Aljufri
Ke-8 KH Ahmad Subadar
Ke-9 KH Abu Said
Ke-10 KH Ahmad Luthfi Abdul Hadi
Ke-11 KH Khoirul Anam
Ke-12 Ust. Arif Sofyansyah
Ke-13 Habib Haidar bin Sholeh Mauladawilah
Ke-14 KH Salim Nur
Ke-15 Habib Asadullah bin Alwi Alaydrus
Ke-16 Habib Ismail Fajri Al Attas
Ke-17 KH Khoiruddin
Ke-18 Habib Abdullah bin Ali Ba'abud
Ke-19 KH Rofian Karim
Ke-20 Gus Ahmad Musyafak
Ke-21 Habib Toha bin Umar Al-Muchdor
Ke-22 Habib Husain bin Idrus Al-Hamid
Ke-23 Habib Hasan bin Ismail Al-Muchdor
Ke-24 Habib Husain bin Ali bin Aqil
Ke-25 KH Ahmad Sadid Jauhari
Ke-26 Habib Ali Zainal Abidin
Ke-27 Habib Ali bin Idrus bin Aqil
Ke-28 Habib Sholeh Al-Attas
Ke-29 Habib Haidar bin Abdullah bin Shihab
Ke-30 KH Kholil As'ad
Ke-31 Habib Muchdor bin Muhammad bin Sholeh bin Muhsin Al-Hamid
Ke-32 KH Miftahul Akhyar
Ke-33 Habib Hasyim bin Abdullah Assegaf
Ke-34 KH Abdul Ghofur
Ke-35 KH Abdul Qoyyum
Ke-36 Habib Abdulqodir bin Zeid Ba'abud
Ke-37 KH Munir Fathullah
Ke-38 KH Harun Ismail
Ke-38 Syaikh Muhammad bin Ali Ba Atiyah & Ijazah oleh Ulama Hadramaut
Ke-39 KH Ahmad Zaim Ibrohim
Ke-40 Habib Hasyim bin Muhammad bin Sholeh Al-Hamid
Ke-40 KH Muhyiddin bin Abdul Qodir Al-Manafi

http://­www.riyadluljann­ah.org/