Laman

Kamis, 23 Agustus 2012

Kumpulan Link Mp3 Pengajian

(1).AL-HIKAM http://www.weblagu.com/index.php?search=Alhikam&clientAction=534.click (2).KH.MA'RUF http://www.weblagu.com/index.php?search=Kh.Ma%27ruf (3).KH.SAEROZI http://www.weblagu.com/index.php?search=Kh.Saerozi (4).KH.IMRON JAMIL http://www.weblagu.com/index.php?search=Kh.Imron+Jamil (5).HABIB AL-MUSAWA http://www.weblagu.com/index.php?search=Habib+Almusawa (6).KH.ANWAR ZAHID http://www.weblagu.com/index.php?search=Kh.Anwar+Zahid (7).KH.MUHTAROM http://www.weblagu.com/index.php?search=Kh.Muhtarom (8). http://www.weblagu.com/index.php?search=Habib+Jamal (9).KH.MARZUKI MUSTAMAR http://mp3skull.com/mp3/kh_marzuki_mustamar.html (10).KH.JAMALUDDIN AHMAD http://www.weblagu.com/index.php?search=Kh.Jamaluddin+Ahmad

Minggu, 19 Agustus 2012

Nabi Nuh Alaihissalam

Nabi Nuh AS adalah Nabi keturunan kesepuluh dari Nabi Adam AS, beliau berada di wilayah Armenia,di tengah kaumnya yang selalu bertindak sewenang-wenang, sombong dan dzalim. Nabi Nuh AS menerima wahyu kenabian dalam masa kekosongan antara dua rasul. Dalam masa itu manusia secara berangsur-angsur melupakan ajaran agama Allah. Mereka kembali musyrik, meninggalkan kebajikan, melakukan kemungkaran dan kemaksiatan Nabi Nuh diutus Allah ke tengah-tengah masyarakat yang menyembah berhala dari patung-patung yang mereka buat sendiri . Mereka juga merupakan para penyembah berhala, selalu memuja, berdoa kepadanya dan mengagungkannya, sedikitnya ada lima berhala yang diberi nama sesuai selera mereka masing-masing dan selalu mereka sembah, yaitu : berhala Wadda’, Suwa, Yaguts, Ya’uq dan Nashr.


Nabi Nuh AS adalah orang cerdas dan sabar. Ia mengajak kaumnya untuk berfikir melihat alam semesta ciptaan Allah, langit dengan bulan, bintang dengan matahari, bumi dengan kekayaan yang ada diatasdan dibawahnya, berupa tumbuhan hewan dan air yang mengalir, pergantian siang dan malam semua itu menjadi bukti tanda kekuasaan dan ke-esaan Allah SWT. Nabi Nuh AS memberikan kabar akan adanya ganjaran berupa surga&kenikmatannya bagi mereka yang beramal shaleh, dan balasan siksa neraka bagi mereka yang membangkang atas perintah Allah.

Ilustrasi pembuatan Bahtera Nuh - lukisan oleh French master tahun1675

Nabi Nuh AS berdakwah kepada umatnya selama 500 tahun dan diangkat menjadi rasul pada usia 450 tahun, berdakwah dengan giat siang dan malam baik secara terang-terangan mapun sembunyi-sembunyi mengajak mereka agar beribadah kepada Allah dan meninggalkan berhala-berhala itu, karena berhala-berhala tersebut hanyalah benda mati yang tidak mampu berbuat apa-apa. Tetapi mereka menolak ajakan beliau dan bahkan mncemooh,mengejek serta menantang datangnya siksaan Allah SWT. Meski demikian pengikut nabi Nuh yang beriman hanya sedikit yaitu kurang dari seratus orang. Karena semakin hari mereka justru semakin jauh dari kebenaran serta bertambah sesat dan jahat. Maka Nabi Nuh AS berdoa kepada Allah SWT agar segera menurunkan siksa. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mendengar do’a hamba-Nya, lalu Allah memerintahkan Nabi Nuh AS untuk membuat sebuah perahu besar (bahtera).

Ketika kaumnya melihat Nabi Nuh AS membuat bahtera, mereka justru menertawakannya dan menganggap Nabi Nuh AS telah berbuat yang sia-sia. Namun Nabi Nuh AS tetap bersabar dan memberitahukan mereka bahwa siksa Allah SWT akan segera tiba, tetapi mereka tdk mempercayainya. Pada suatu hari turunlah hujan dan tak berhenti selama berhari-hari, hingga terjadilah banjir besar. Kaum Nabi Nuh AS berlarian mencari tempat yang lebih tinggi, tapi air mengejar dan menenggelamkan mereka dengan cepat. Sedangkan para pengikut Nabi Nuh AS menaiki bahtera disertai beberapa pasang hewan sesuai perintah Allah SWT, mereka semua selamat dari dahsyatnya banjir tersebut. Kini orang-orang durhaka itu telah binasa, termasuk istri dan salah satu putranya yang menolak ajakan beliau untuk beriman kepada Allah SWT. 

Berdasarkan suatu riwayat, kapal yang membawa Nabi Nuh dan para pengikutnya itu berlayar selama 40 hari. Ketika banjir tersebut surut, kapal Nabi Nuh AS pun berlabuh di bukit Judy. Kemudian Nabi Nuh AS dan para pengikutnya mulai membangun kehidupan baru, yang jauh dari kesesatan dan perbuatan syirik. Nabi Nuh AS wafat pada usia 950 tahun setelah beliau menjalankan tugas mulia sebagai nabi dan rasul AllahSWT.

Persinggahan Rasulullah SAW dirumah abu ayyub



    Abu bakar bin Abi Syaibah,Ibnu Ishaq, dan Imam Ahmad bin Hambal meriwayatkan dari beberapa sanad dengan lafal yang hampir bersamaan bahwa Abu Ayyub r.a berkata, ketika Rasulullah tinggal dirumahku, beliau menempati bagian bawah rumah, sedangkan aku dan Ummu Ayyub dibagian atas.Aku kemudian katakan kepada beliau: ’Wahai Nabi Allah,aku tidak suka dan merasa berat engkau berada dibawahku. Naiklah engkau keatas dan biarkanlah kami turun kebawah.: ’.Nabi SAW menjawab. ‘Wahai Abu Ayyub,biarkan kami tinggal dibagian bawah agar orang yang bersama kami dan orang yang ingin berkunjung kepada kami tidak bersusah payah.’ 

 Selanjutnya Abu Ayyub menceritakan.’Demikianlah Rasulullah SAW tinggal dibagian bawah,sedangkan kami tinggal dibagian atas. Pada suatu hari gentong kami yang berisi air pecah ,segeralah aku dan Ummu Ayyub membersihkan dengan selimut kami yang satu-satunya itu agar air tidak menetes kebawah yang dapat mengganggu beliau. setelah itu aku turun kepadanya meminta agar beliau sudi pindah keatas sehingga beliau bersedia keatas.’ 

Pada kesempatan yang lain,Abu Ayyub menceritakan,kami biasa membuatkan makan malam untuk Nabi SAW.setelah siap makanan itu kami kirimkan kepada beliau.jika sisa makanan itu dikembalikan kepada kami,Aku dan Ummu Ayyub berebut bekas tangan beliau dan kami makan bersama sisa makanan itu untuk mendapatkan berkah beliau.pada suatu malam kami mengantarkan makan malam yang kami campuri dengan bawang merah dan bawang putih kepada beliau, tetapi ketika makanan itu dikembalikan oleh Rasulullah SAW kepada kami,kami tidak melihat adanya bekas tangan yang menyentuhnya.

Dengan rasa cemas aku kemudian datang menanyakan: ‘Wahai Rasulullah engkau kembalikan makan malammu tetapi aku tidak melihat adanya bekas tanganmu padahal setiap kali engkau kembalikan makan malammu aku dan Ummu Ayyub selalu berebut pada bekas tanganmu karena ingin mendapat berkah’: Nabi SAW menjawab ‘aku temui makanan itu bau bawang, padahal aku senantia sabar-munajat (kepada Allah). Tetapi untuk kalian, makan sajalah.” Abu Ayyub berkata, “Kami lalu memakannya. Setelah itu, kami tidak pernah lagi menaruh bawang merah atau bawang putih pada makanan beliau.” 

 Sumber: Al-Ishabah, Ibnu Hajjar, 1/405, Sirah Ibn Hisyam, 1/749, dan Tartibu Musnadil Imam Ahmad, 20/292. Dikutip dari buku Sirah Nabawiyah DR. Muhammad Sa’id Ramadhan al-Buthy penerbit Robbani Press hal Hal 175-176